Kurikulum

KURIKULUM DAN METODE PEMBELAJARAN

 

Kurikulum

Kurikulum yang digunakan dalam pendidikan dokter adalah kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang terintegrasi baik horizontal maupun vertikal serta berorientasi pada masalah individu, keluarga, dan masyarakat dalam konteks pelayanan kesehatan primer. . Praktik klinik dirancang sebagai modul klinik terintegrasi dimana setiap modul klinik dirancang sedemikian rupa sehingga terjadi integrasi antara ilmu klinik medik, ilmu bedah, ilmu penunjang medik, dan ilmu kedokteran komunitas dengan memperhatikan prinsip metode ilmiah dan prinsip metode spiral dan mengacu pada pencapaian standar karakter dan kompetensi dokter Muhammadiyah (SKKDM).

 

Proses Pembelajaran

Pada Standar Kompetensi Dokter Indonesia tahun 2012 ditambahkan daftar masalah, daftar penyakit, daftar ketrampilan klinik

 

Daftar Penyakit

Sistematika Penyakit didalam daftar ini dikelompokkan menurut sistem tubuh manusia disertai tingkat kemampuan yang harus dicapai pada akhir masa pendidikan.

  • Tingkat kemampuan yang harus dicapai :
Tingkat Kemampuan 1 Mengenali dan menjelaskan
Lulusan dokter mampu mengenali dan menjelaskan gambaran klinik penyakit, dan mengetahui cara yang paling tepat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai penyakit tersebut, selanjutnya menentukan rujukan yang paling tepat bagi pasien. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan.

 

Tingkat Kemampuan 2 Mendiagnosis dan merujuk
Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik terhadap penyakit tersebut dan menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan.

 

Tingkat Kemampuan 3 Mendiagnosis, melakukan penatalaksanaan awal dan merujuk
3A. Bukan gawat darurat

 

Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi pendahuluan pada keadaan yang bukan gawat darurat. Lulusan dokter mampu menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesuai kembali dari rujukan.

3B. Gawat darurat

 

Lulusan dokter   mampu membuat diagnosis klinik     dan memberikan terapi pendahuluan pada keadaan gawat darurat     demi menyelamatkan nyawa atau mencegah keparahan dan /atau kecacatan   pada     pasien. Lulusan dokter mampu menentukan   rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan.

 

Tingkat Kemampuan 4 Mendiagnosis melakukan penatalaksanaan secara mandiri dan tuntas
Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan melakukan penatalaksanaan penyakit tersebut secara mandiri dan tuntas.

 

 

Keterampilan Klinis

 Daftar Keterampilan Klinis dikelompokkan menurut sistem tubuh manusia untuk menghindari pengulangan. Pada setiap keterampilan klinis ditetapkan tingkat kemampuan yang harus dicapai diakhir pendidikan dokter dengan menggunakan PiramidMiller (knows, knowshow, shows, does).

 

Tingkat Kemampuan 1

(Knows)

Mengetahui dan menjelaskan
Lulusan dokter mampu menguasai pengetahuan teoritis termasuk aspek biomedik dan   psikososial keterampilan tersebut sehingga dapat menjelaskan kepada pasien/klien dan keluarganya, teman sejawat, serta profesi lainnya tentang   prinsip, indikasi, dan komplikasi yang mungkin timbul. Keterampilan ini dapat dicapai mahasiswa melalui perkuliahan, diskusi, penugasan, dan belajar mandiri, sedangkan penilaiannya dapat menggunakan ujian tulis.

 

Tingkat Kemampuan 2

(Knows How)

Pernah melihat atau didemonstrasikan
Lulusan dokter menguasai pengetahuan teoritis dari keterampilan ini dengan penekanan padaclinical easoning dan problem solving serta berkesempatan untuk melihat dan mengamati keterampilan tersebut dalam bentuk demonstrasi atau pelaksanaan langsung pada pasien/masyarakat. Pengujian keterampilan tingkat kemampuan 2 dengan menggunakan ujian tulis pilihan berganda atau penyelesaian kasus secara tertulis dan/atau lisan (oral test).

 

Tingkat Kemampuan 3

(Shows)

Pernah melakukan atau pernah menerapkan di bawah supervisi
Lulusan dokter menguasai pengetahuan teori keterampilan ini termasuk latar belakang biomedik dan dampak psikososial keterampilan tersebut, berkesempatan untuk melihat dan mengamati keterampilan tersebut dalam bentuk demonstrasi atau pelaksanaan langsung pada pasien/masyarakat, serta berlatih keterampilan tersebut pada alat peraga dan/atau standardized patient. Pengujian keterampilan tingkat kemampuan 3 dengan menggunakan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) atau Objective Structured Assessment of Technical Skills (OSATS).

 

Tingkat Kemampuan 4

(Does)

Mampu melakukan secara mandiri
Lulusan dokter dapat memperlihatkan keterampilannya tersebut dengan menguasa seluruh teori, prinsip, indikasi, langkah-langkah cara melakukan, komplikasi, dan pengendalian komplikasi. Selain pernah melakukannya dibawah supervisi, pengujian keterampilan tingkat kemampuan 4 dengan menggunakan Workbased Assessment misalnya mini-CEX, portfolio, logbook, dsb.

 

Tingkat Kemampuan 4A Keterampilan yang dicapai pada saat lulus dokter

 

Tingkat Kemampuan 4B Profisiensi (kemahiran) yang dicapai setelah selesai internship dan/atau pendidikan kedokteran berkelanjutan

 

 

  • Tabel matriks tingkat keterampilan klinis, metode pembelajaran dan metode penilaian untuk setiap tingkat kemampuan

table

Strategi dan Metode Pembelajaran

Strategi pembelajaran dilakukan dengan mengunakan Student Centered, Problem Based, Integrated, Community Oriented, Early Clinical Exposure, Systematic (SPICES) dengan metode pembelajaran :

 

  1. Bimbingan   langsung (bedsite teaching) kepada dokter muda dalam penanganan pasien yang meliputi anamnese, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang medik dan terapi.
  2. Bimbingan langsung padadokter muda dalam penatalaksanaan pasien gawat darurat
  3. Bimbingan langsung pada dokter muda dalam melakukan tindakan-tindakan medis yang diperlukan untuk penanganan pas
  4. Melihat atau melaksanakan pelayanan kesehatan baik promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
  5. Diskusi ilmiah berupa, refreshing, diskusi dan laporan kasus, tutorial dan laporan tutorial, jurnal reading, diskusi referat dll.